Fenomena LGBT sekarang sedang 'naik daun'. Mengundang banyak kontroversi, ada yang pro dan ada yang kontra. Apalagi ditambah beberapa public figure yang terkena kasus yang mengarah ke LGBT. Bagi para pemihak Pro, mereka berpendapat bahwa mereka juga memiliki HAM. Bagi para pemihak Kontra, mereka berpendapat bahwa LGBT tidak diajarkan di dalam ajaran Agama dan menyalahi kodrat karena menyukai sesama jenis.
Well,, saya bukan pemihak pro dan juga kontra. Saya hanya melihat dari salah satu sisi menurut sudut pandang saya. Sama seperti yang terjadi dalam kasus ini, Tumor otak merupakan penyakit yang sangat berbahaya. Dan sepertinya saya sedikit memiliki ini hanya saya takut untuk memeriksanya. Karena saya kerap kali merasakan sakit kepala yang tiba-tiba, tidak jarang. Kembali ke kasus tumor otak. Para dokter akan berusaha mengambil/mengobati Tumor tersebut dari Otak agar otak dapat kembali dapat bekerja seperti seharusnya. Sama seperti LGBT, jika itu dianggap sebagai 'penyimpangan' maka yang harus kita lakukan adalah mengobati 'penyimpangan' tersebut agar si manusianya dapat kembali seperti sedia kala. Bukan malah seperti melarang si manusianya beraktivitas dan melakukan berbagai BULLY ke manusia yang LGBT tersebut.
Kita seharusnya membuat sebuah organisasi atau forum yang menangani 'penyimpangan' yang menyebabkan LGBT, sama seperti pengguna narkoba yang akhirnya diberikan pembekalan-pembekalan agar mereka bisa terbebas dari kecanduan akan Narkoba. Lalu, kenapa LGBT tidak dilakukan itu juga? Malah gembar-gembor tolak LGBT masuk suatu daerah, blablabla tanpa memberikan solusi yang jelas harus seperti apa. Bayangkan bila yang LGBT adalah anak dari Ketua penolakan LGBT. Apakah dia berani dan tega??
Sama juga seperti penderita HIV/AIDS, kita senantiasa memberikan slogan jauhi penyakitnya bukan orangnya. Lalu mengapa LGBT harus kita jauhi orangnya bukan 'penyimpangan' nya?. Saya pernah membaca bila ada seorang public figure di Indonesia yang bisa sembuh dari Homoseksual. Lihat dari kasus tersebut bahwa LGBT bisa disembuhkan atau diobati. Bagaimana caranya? Coba kita membentuk organisasi untuk melakukan seperti rehabilitasi pada penderita Narkoba. Atau terapi-terapi yang dilakukan seperti kepada penderita HIV/AIDS. Bukankah itu lebih baik daripada debat-debat, ngotot-ngototan tapi hasilnya hanya menjatuhkan suatu kaum. Tanpa menghasilkan SOLUSI atas apa yang mereka bahas.
Sekali lagi saya tekankan, saya bukan memihak pro dan kontra. Saya hanya melihat kasus ini berdasarkan sudut pandang saya. Saya rasa ini yang terbaik berdasarkan sudut pandang saya. Oke? Jika disuruh memilih, saya memilih untuk mencarikan solusi yang tepat, dan PLEASE untuk STOP BULLY LGBT. Karena kalian tidak memberikan solusi bahkan hanya menambah beban masyarakat dengan melakukan tindakan konyol.
##** Ini adalah tulisan tambahan yang saya tulis setelah tulisan ini ter-publish. Karena saya mendapatkan feedback yang menurut saya harus saya luruskan. Di sini, di tulisan ini, saya berbicara untuk mereka semua yang mempermasalahkan tentang LGBT, bukan para LGBT-nya. Bagi kalian yang telah menonton pemberitaan di TV atau media online pasti paham apa yang saya maksudkan di atas. Sehingga, sekali lagi, tulisan ini saya tujukan untuk mereka yang mempermasalahkan LGBT tanpa memberikan solusi yang menurut saya sudah baik. Saya hanya mencoba mengemukakan opini yang berdasarkan sudut pandang saya yang bisa saja salah bisa saja benar :)
Semoga bermanfaat ya. Terima Kasih.



0 komentar:
Post a Comment