Free File Sharing

4shared.com - Free file sharing and storage

Sunday, 12 June 2016

TOLERANSI ?


Hai para penerus bangsa,

Berita ini nampaknya sudah menjadi fenomenal, dimana ada penjual makanan yang dirazia oleh pihak yang berwenang. Jika kita mengikuti berita tersebut, makanan dagangan dari si penjual, yakni si ibu tersebut dibawa oleh Satpol PP. Tujuan razia tersebut adalah untuk menghormati masyarakat yang menjalankan ibadah puasa di siang hari, lantas untuk apa makanan tersebut disita? Apakah tidak cukup hanya dengan teguran?

Saya di sini hanya mencoba membahas hal yang ganjil menurut saya, ya ganjil, bukan genap. Tentunya kita tidak bisa menyalahkan Satpol PP yang bertugas begitu saja, karena tentu Satpol PP bertindak atas surat perintah terlebih dahulu. Tidak mungkin Satpol PP bertindak karena kemauan sendiri dan mengajak teman-temannya untuk mendatangi warung-warung dan melakukan razia. Jadi, di sini mari kita turunkan dulu amarah kepada Satpol PP tersebut, jika ada yang mengutuk tindakan Satpol PP tersebut. Lalu salah siapa? Salah ibu tersebut yang berjualan di siang hari?

Warung yang berjualan di siang hari merupakan hak dari penjual tersebut, karena pedagang merupakan sebuah pekerjaan, dimana pekerjaan tersebut menghasilkan uang, yang uang tersebut digunakan sebagian untuk modal usahanya lagi (yaitu berjualan makanan), dan juga untuk menghidupi keluarga dan dirinya sendiri. Sehingga, menurut saya siapapun tidak bisa menghalangi para pedagang untuk berdagang walaupun sedang ada kegiatan dari salah satu agama. Menurut saya, cukup dengan para pedagang warung makanan menutupi warungnya dengan tirai atau horden atau apapun yang istilahnya menutupi warung tersebut dari orang di luar warung. Tindakan tersebut sudah cukup menghormati para masyarakat yang berpuasa.

Lalu salah siapa???

Sebelum ada yang berkomentar (dan semoga tidak ada), "gara-gara bulan puasa Agama Islam nih tindakan-tindakan seperti itu muncul! Jadinya mematikan pedagang itu!". Ada baiknya saya klarifikasi terlebih dahulu. Kami orang yang berpuasa dengan benar, tidak memerlukan hal-hal seperti itu, bahkan kami yang berpuasa dengan benar tidak masalah dengan adanya warung makan yang berjualan tanpa ditutupi tirai. Karena, berpuasa adalah hubungan pribadi dengan Tuhan (Allah). Kami yang berpuasa dengan benar tidak akan tergoda ataupun tergiur dengan iklan-iklan makanan di TV, postingan makanan-makanan yang menggoda di Social Media, makanan di warung, ataupun teman-teman yang tidak menjalankan ibadah puasa. Sehingga tentu saja apabila ada tuduhan yang menyalahkan seperti di atas, sudah tentu kekeliruan. Karena orang yang berpuasa dengan benar, dia akan konsisten dalam berpuasa dan menganggap godaan-godaan tersebut sebagai gudang amal untuk menaikkan level ketahanan berpuasanya.

Lalu bagaimana dengan orang yang berpuasa tapi dia membatalkan puasanya dengan makan di warung makan? Jadi salah juga dong warung makanannya membuat orang tersebut membatalkan makananya?
Jawabannya,, baca kembali paragraf di atas, "Karena, berpuasa adalah hubungan pribadi dengan Tuhan (Allah)", dan saya sudah mengulang "orang yang berpuasa dengan benar" beberapa kali. Sehingga apabila ada orang yang berpuasa tapi secara sengaja membatalkannya tanpa sebab yang jelas, maka orang tersebut belum menjadi orang yang saya bicarakan di atas.

Di dalam Al-Qur'an, Al Baqarah ayat 184, 185. Sudah dijelaskan orang-orang yang diperbolehkan tidak berpuasa, misalnya orang yang sakit, hamil, menyusui, pekerja berat, dll. Mereka diberikan keringanan untuk tidak berpuasa tetapi membayar atau menggantinya di lain hari.
Tetapi, apabila orang tersebut membatalkan puasa secara sengaja dengan alasan yang tidak-tidak, dosanya akan ditanggung oleh dirinya sendiri, dan Bukan para pedagang yang berjualan dan bukan salah para pedagang juga.

Lalu ini menjadi salah siapa?????

Menjadi salah kita yang hanya memakan berita tersebut mentah-mentah lalu berbicara tanpa menghadirkan solusi. Bagaimana solusi yang seharusnya? Solusi yang sebaik-baiknya adalah kita redam amarah kita bersama, baik yang menjalankan puasa maupun tidak. Lalu, coba masyarakat yang berdomisili di daerah tersebut memberikan saran kepada kepala daerahnya untuk tidak perlu lagi melakukan razia semacam itu, atau bila masih ingin melakukan razia semacam itu hanya melakukan Teguran, bukan penyitaan barang dagangan si pedagang tersebut. Karena tentu saja para pedagang berdagang dengan modal yang didapatkan dari hasil berdagang. Apabila dagangan tersebut disita, secara otomatis pemerintah setempat memiskinkan penduduk di daerahnya.
DAN ... UNTUK APA PENYITAAN TERSEBUT?? MAU DIBAWA KEMANA DAN SELANJUTNYA DIAPAKAN?? Maaf saya menggunakan Capslock, karena hal tersebut menurut saya adalah keganjilan yang dapat membuat persepsi atau pemikiran yang tidak-tidak, Logis bukan?

Saya juga sempat membaca sebuah artikel yang dimana dituliskan bahwa Satpol PP tersebut tidak diperintah untuk melakukan penyitaan. Apabila hal tersebut benar, maka yang bisa jadi salah adalah Satpol PP yang bertugas, mungkin mereka salah tanggap atau perintah yang diajukan masih kurang jelas. Sehingga pimpinan Satpol PP ada baiknya untuk ikut mendampingi atau membuat surat perintah dengan lebih jelas. Tetapi, point saya di sini bukan mempermasalahkan siapa yang salah, tetapi, untuk apa Penyitaan tersebut dilakukan, dan mau diapakan? Karena jika kita mengikuti ajaran Umat Islam, sudah pasti hal tersebut juga salah, Karena membuang-buang makanan yang bisa dikatakan (Mubazir). Serta bila dilihat dari sisi kemanusiaan, hal tersebut bisa menjadi mematikan pendapatan pedagang tersebut dan menambah kemiskinan di daerah tersebut.

Sehingga, untuk Kepala Daerah atau pemerintah setempat lebih mengkaji lagi apa yang seharusnya dilakukan agar hal serupa tidak terulang kembali. Saya, karena saya jauh dan kurang memiliki relasi untuk ke pemerintah-pemerintah, sehingga minimal saya bisa mengubah pola pikir para pembaca dan siapa tahu diantara para pembaca ada yang bisa membantu menyalurkannya ke Pemerintah-pemerintah setempatnya.

Sekian tulisan ini dituliskan, semoga bermanfaat dan membawa pola pikir kita menjadi lebih luas. Jangan lupa tersenyum, dan selamat menunaikan ibadah puasa. Bhay~~~

Wednesday, 8 June 2016

FREE!!

Selamat Malam, Warga..

Malam ini mumpung ingat buka blog karena ada sebuah komplain dari salah satu fans berat saya yang memberi tahu kalau tampilan blog versi mobile saya sedikit aneh, jadi saya merubahnya dengan desktop mode. Maaf ya kuota kalian terpotong lebih banyak, karena saya tidak tahu cara membuatnya kembali pulih, jadi saya ubah saja demikian.

Apa kabarnya puasa kalian? Kalian masih kuat kan puasanya? Koe mesti puasa tengah hari to? Wkwkwkwk. Sabar sabar, puasanya sudah dibawah 30 hari lagi kok, haha. Sudah tidak terasa kan?? Hahahaha.

Oh iya, mumpung ingat. Bulan puasa kali ini saya mau melakukan kegiatan yang Insya Allah Barokah, yaitu berbagi rizky untuk berbuka puasa, alias membagikan buka puasa gratis yang Insya Allah seminggu sekali. Tetapi saya bingung sasaran yang hendak saya tuju. Rencana yang hendak saya bagikan adalah menu minuman saja. Karena nampaknya minuman lebih praktis untuk berbuka di jalan daripada makanan. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan bila ada tambahan rejeki, saya juga akan membagikan makanan gratis untuk berbuka sekali seminggu. Sasaran yang saya bingung, apakah saya membuka puasakan masyarakat biasa saja, pengendara bermotor, atau para orang-orang yang sudah sangat tua yang sedang berjualan cemilan-cemilan, atau yang setipe seperti itu???

Kebingungan ini didasarkan karena bila saya sendiri, saya agak kesusahan membawa barang yang hendak dibagikan tersebut. Sehingga minimal saya harus mengajak 1 orang lagi, yang jelas memiliki tingkat sosial yang tinggi. Tetapi sedikit susah untuk menemukan orang semacam itu belakangan ini. Sebenarnya rencana ini sudah mau terlaksana mungkin setahun atau 2 tahun yang lalu, tetapi teman saya tidak bisa. Hmmmm,, maunya saya tahun ini pasti berjalan dan harus berjalan. Karena menurut saya ini adalah kegiatan yang baik.

Okey, mungkin segini dulu yang bisa saya tulis ya. Semoga tulisan ini bermanfaat dan menginspirasi, dan jangan lupa tersenyum. Sampai jumpa, BHAY~

Sunday, 5 June 2016

REAL HERO

Hai para penikmat

Besok sudah mulai puasa di tahun 2016, apa yang sudah kamu persiapkan? Sajadah baru, baju koko baru, atau planning" buka puasa bersama teman-teman? Waahhh seru pasti yaaa. Ramadhan kali ini dimulai pada Hari Senin, jadi sudah semestinya besok jangan ada yang memikirkan untuk membenci hari Senin, karena Senin besok adalah Senin yang baik. Wkwkwk. Duh, ini ngomong apa sih? Maaf saya gak bisa ngasih kalimat pengantar yang bagus hahahaha. Maklum, sudah lama gak nulis jadi hasrat nulisnya mesti diasah lagi nih.

Cerita ini terinspirasi dari kejadian di pagi hari ini, ketika saya keluar untuk membeli sarapan dan mengambil cucian di laundry. Berhubung besok sudah puasa, jadi saya bakalan rindu sayur tahu dan ayam gule yang jadi menu PASTI saya diwaktu sarapan di sebuah warung makan, dan tentu juga ibu-ibu si penjualnya. Kalau saya membayar makanan kepada si ibu-ibu tersebut tinggal kasih kode "biasa", maka beliau sudah pasti tidak perlu lagi memberikan harga ataupun menanyakan apa yang saya makan, Kecuali kalau menu yang saya biasa makan sudah habis dan terpaksa saya mengganti dengan lauk lain, haha. Ketika pagi ini saya hendak membayar saya merogoh-rogoh tas dan dompet yang biasa saya bawa untuk uang Rp. 500,00, ibu tersebut berkata bila saya tidak ada uangnya, besok saja gakpapa. Berhubung besok sudah puasa, jadi saya tidak mau ngutang dulu ke sini. Kalau puasa, kan saya gak beli makan sarapan, jadi kapan bayarnya? hehe.
Tapi Pointnya adalah, kebaikan si ibu ini yang mempercayakan uang yang kurang kepada saya itulah yang dinamakan kebaikan yang hari ini jarang sekali bisa ditemui. Bahkan terkadang jika uang saya telalu besar dan beliau tidak ada kembalian, maka saya disuruh untuk membawanya dulu, dan dibayarkan di esok hari, wkwkwkwwk. Tapi berhubung saya tidak suka ngutang kebanyakan jadi terkadang saya tukarkan dulu uang di Indomaret dengan jajan apa yang gak perlu, haha.

Cerita lainnya ketika saya hendak melanjutkan perjalanan menuju laundry, saya melihat di sebuah toko sepatu dan sandal obral, nampak ramai. Rejeki mereka mungkin untuk menyambut Ramadhan banyak orang tua yang hendak membeli untuk anaknya dan juga biasanya dipakai sendiri juga. Mungkin bagi yang lebih mampu lagi, banyak yang membeli pakaian koko baru dan sebagainya. Di sini sang orang tua ingin memberikan 'sesuatu yang baru' untuk keluarganya. Dan bagi saya, itu adalah hal yang sangat mulia meskipun sang anak kadang menganggapnya biasa saja dan cenderung memandangnya menjadi kalau setiap hari raya harus ada pakaian baru dan malah memberatkan orang tuanya sendiri. Apakah saya juga seperti itu? Kalau dulu masih anak-anak saya sudah lupa, tapi yang saya ingat setiap lebaran saya harus dapat uang, hahahaha. Sampai akhirnya tradisi seperti itu berhenti ketika saya lulus SMA. Ketika SMA, baju koko saja saya tidak tahu punya atau tidak, tapi ketika hendak Shalat ID, orangtua saya punya baju koko untuk saya, yang entah setiap tahun beda atau sama saya juga kurang tau karena warnanya sama semua, yakni putih.

Sekarang?? Baju koko saya yang pasti cuma 1 yang dari orang tua dan itu sudah dari tahun 2010 atau 2011 saya juga lupa. Yang jelas baju tersebut ada 3 untuk saya, kakak, dan bapak. Tapi berbeda motif dan mereka selalu tahu apa yang suka yaitu berlengan panjang. Entah saya sangat menyukai Kemeja atau baju koko lengan panjang ketimbang pendek, sampai pada akhirnya kuliah semester 2 atau 3 saya memakai polo shirt sekali karena kemeja sudah kotor semua dan teman-teman saya menyebutkan "TUMBEN", hahahaha. Sampai pada akhirnya keterusan hingga sekarang, padahal dulu saya sudah punya setelan seragam kuliah kemeja lengan panjang dari senin sampai jumat. hahahahahha. Pernah Orang tua menanyakan apakah saya mau baju koko baru atau tidak, saya hanya menjawab gak usah. Tetapi tahun kemarin ketika Shalat ID, ada baju koko yang nampaknya baru saya kenakan. Ahahaha. Tahun demi tahun telah terlewati ketika saya anak-anak, remaja, hingga seperempat abad umur saya di tahun ini. Saya semakin takut, semakin takut kalau mereka akan pergi lalu apa yang bisa saya lakukan lagi? Saya selalu rindu dengan candaan orangtua saya bahkan rindu akan momen-momen indah ketika dulu liburan sekeluarga, menemani bapak saya menyebrangi pulau naik mobil (naik kapal nyebrang nya) yang hanya berdua. Banyak momen yang sangat membekas di pikiran saya.
Ahhhh, kok malah jadi semacam muhasabah? wkwkwkwk

Oh iya sepanjang perjalanan saya juga melihat petani yang masih saja bertani dan mengurus sawahnya seperti lupa kalau besok sudah puasa dan dia tetap harus bekerja seperti itu. Itu menandakan bahwa orang tua terutama yang mencari uang selalu memiliki prinsip, kalau mereka berhenti maka keluarga mereka tidak bisa hidup, jadi mereka akan selalu bekerja keras demi membawakan minimal kolak atau es buah untuk santapan berbuka puasa keluarganya. :')

Sudah dulu ya, panjang juga nih tulisan, moga bacanya gak bosan dan skip" yaaaaaa. Jangan lupa senyum, semoga bermanfaat, BHAY~



CUPU FORMAT

Hae para masyarakat..

sudah lama gak nulis ya, jadi bingung mau nulis apa. Sebenarnya pagi ini juga bingung mau nulis apa, tapi karena membaca-baca blog sebelah, jadinya pagi ini memutuskan untuk nulis. Jadi ceritanya hari ini lagi gabut aja. Gak ada kerjaan, dan lapar, hahahaha. Tiba-tiba keingat ada lomba nulis dari kemendikbud atau apa gitu, lupa juga, males liat hp lagi (padahal cuma 30 detik). Karena kalau liat hp, biasanya apa yang sedang jalan di otak ini tiba" mandek. Jadi ketika saya nulis ini, di otak seperti ada teks berjalan yang sedang bekerja, jadi saya tinggal menuliskannya. Ketika teralihkan oleh sesuatu hal lain, maka sudah ketinggalan teks berjalan tersebut. hahahahahaha.

Eh iya, hari ini H-1 berpuasa, yeaayyyyy. Akhirnya Bulan Puasa datang juga, bakalan sering beli gorengan lagi, jajan untuk sahur (palingan juga mie -_-), dan biasanya ada acara buka bersama. Tapi entah sama siapa karena teman saya sudah pada berpencar. Oh iya, paling sama keluarga saya yang tahun ini pulang ke Jogja. Biasanya tiap tahun saya yang selalu ke sana atau di sana, tapi tahun ini mereka yang pulang ke sini.

Hari ini sebenarnya nemu 1 sub bab untuk tulisan di buku saya yang halamannya sebenarnya masih kurang banyak bila diukur dengan kertas A4, tapi kalau lihat buku-buku yang dijual-jual itu ukurannya kecil. Jadi kalau diukur dengan format buku yang sudah beredar, sebenarnya sudah pas saja, 200 halaman. Oh iya mumpung ingat saya nulis di sini saja sebagai reminder deh, "Eksperimen". Nah itu sub bab terbaru, karena belakangan ini saya sudah melakukannya sendiri dan ada hasil yang saya dapatkan sebenarnya. Jadi buku yang saya tulis ini sudah berdasarkan dari hasil observasi dan riset saya terlebih dahulu sebelum akhirnya saya tuliskan untuk dibagikan, maklum sudah sarjana (somboongg). Sarjana beneran ya, bukan abal-abal! hahahaha. Ya walaupun IPK ngepas gak se-Cumlaude blog sebelah.

Sudah dulu ya, tiba-tiba kealihkan nih jadi banyak teks yang terlewat dari otak. hahahaha. Sampai jumpa dan jangan lupa untuk tersenyum, semoga bermanfaat, kalau enggak ya manfaat"in aja. hahahaha. BHAY~


Friday, 18 March 2016

Hey You, Mr. Bullshit!!

Hai, haloo, selamat Pagi semuanya. Pasti kalian penasaran dengan judul di atas. Ya kali ini saya akan menulis tentang kekecewaan saya terhadap suatu instansi dimana saya melakukan tes kerja. 

Tes tersebut sudah saya lakukan hingga tes terakhir, yaitu Panel Board of Discussion (kalau gk salah penulisan dan namanya ya) di Ibu Kota Negara Indonesia. Panel BoD dilakukan pagi hari yg dihadapkan oleh 6/7 orang petinggi dari instansi tersebut. Tentu saja dong saya agak deg"an karena sidang skripsi saja cuma 3 orang, yg ini sampai 6/7 orang. Saya mengambil tema promotion. Tentunya karena masalah lokasi dsn waktu saya kurang bisa mengambil data di instansi secara langsung sehingga saya mengakali dengan cara memanfaatkan teknologi yang ada, dan juga saya berpikir keluar dari pemikiran orang. Saya melakukan survey dan membuatkan video survey tersebut untuk di present. Terbukti ketika kumpul kandidat tidak ada yang menyuguhkan video dalam presentasi mereka.

Ketika masuk giliran saya. Presentasi pun dilakukan dengan deg-degan. Ketika sesi tanya jawab dimulai ada satu orang petinggi instansi menyebutkan apabila survey yang saya lakukan ini BULLSHIT, karena Beda Budaya Orang Jakarta dengan Jogja. Dan waktu itu saya sempat sedikit Shock dengan kerasisan beliau. Beliau pun berkata jika saya belum siap karena belum punya datanya. Lalu data Survey itu bukan DATA kah??!!!!! Dan saya pun tidak sempat memutar video yang saya siapkan karena moderator mempersilahkan saya untuk menutup presentasi. Ketika keluar ruangan saya baru bisa berpikir bahwa kerasisan beliau tadilah yang BULLSHIT menurut saya. Karena Daya Tarik tidak dipengaruhi oleh Budaya yang berbeda!! Buktinya, yang pertama adalah Indomie. 1 indonesia pasti mereka makan Indomie dan orang luar negri pun mereka juga menyukai indomie, tonton saja video di Youtube. Padahal perbedaan budaya antar negara sangat berbeda tapi mereka juga menyukai indomie. Lalu yang kedua adalah pemilihan kendaraan, misal Avanza. Di Indonesia pasti kita akan menemukan Mobil Avanza di mana-mana. Tidak hanya di 1 kota saja. Padahal orang Jogja dan Jakarta Berbeda budaya tapi mengapa Avanza tetap mereka pilih??!! Dan banyak lagi ysng ketiga dan keempat dan seterusnya.

Pikirlah dulu anda sebelum mengeluarkan kata-kata seperti itu. Hal tersebut membuktikan bahwa anda hanya memiliki tingkat keluasan berpikir yang sangat sempit. Apalagi mengatakan berbeda budaya, anda rasis??!! Coba anda cari kandidat lain yang berpikir untuk melakukan survey bahkan membuat video yang sedemikian terkonsepnya. Paling-paling juga maksimal foto-foto.

Sore harinya dilakukanlah FGD, FGD berjalan lancar karena persoalan yang diberikan menyangkut HR dan saya makan habis itu persoalan. Tidak ada yang sulit dari FGD di hari itu. 

Selanjutnya adalah Offering. Kemarin pengumumannya. Namun saya ternyata tidak lolos untuk offering. Hmmmmm, sekarang ini yang bisa saya lakukan hanya mencoba ikhlas dari kata-kata Bullshit tersebut dan harus merelakan panggilan tes lain yang tentunya lebih potensial spt PT. Adira hanya untuk meneruskan tes di instansi ini yang jauh di bawah PT. Adira.

Lalu saya akan memutuskan untuk kembali ke Jogja untuk konsentrasi kembali dan mungkin menghilangkan pikiran saya dengan perbedaan budaya spt yang telah beliau tadi ungkapkan. Terima kasih ya.

Saturday, 20 February 2016

LGBT = HIV/AIDS = TUMOR OTAK = ???

Fenomena LGBT sekarang sedang 'naik daun'. Mengundang banyak kontroversi, ada yang pro dan ada yang kontra. Apalagi ditambah beberapa public figure yang terkena kasus yang mengarah ke LGBT. Bagi para pemihak Pro, mereka berpendapat bahwa mereka juga memiliki HAM. Bagi para pemihak Kontra, mereka berpendapat bahwa LGBT tidak diajarkan di dalam ajaran Agama dan menyalahi kodrat karena menyukai sesama jenis.

Well,, saya bukan pemihak pro dan juga kontra. Saya hanya melihat dari salah satu sisi menurut sudut pandang saya. Sama seperti yang terjadi dalam kasus ini, Tumor otak merupakan penyakit yang sangat berbahaya. Dan sepertinya saya sedikit memiliki ini hanya saya takut untuk memeriksanya. Karena saya kerap kali merasakan sakit kepala yang tiba-tiba, tidak jarang. Kembali ke kasus tumor otak. Para dokter akan berusaha mengambil/mengobati Tumor tersebut dari Otak agar otak dapat kembali dapat bekerja seperti seharusnya. Sama seperti LGBT, jika itu dianggap sebagai 'penyimpangan' maka yang harus kita lakukan adalah mengobati 'penyimpangan' tersebut agar si manusianya dapat kembali seperti sedia kala. Bukan malah seperti melarang si manusianya beraktivitas dan melakukan berbagai BULLY ke manusia yang LGBT tersebut.

Kita seharusnya membuat sebuah organisasi atau forum yang menangani 'penyimpangan' yang menyebabkan LGBT, sama seperti pengguna narkoba yang akhirnya diberikan pembekalan-pembekalan agar mereka bisa terbebas dari kecanduan akan Narkoba. Lalu, kenapa LGBT tidak dilakukan itu juga? Malah gembar-gembor tolak LGBT masuk suatu daerah, blablabla tanpa memberikan solusi yang jelas harus seperti apa. Bayangkan bila yang LGBT adalah anak dari Ketua penolakan LGBT. Apakah dia berani dan tega??

Sama juga seperti penderita HIV/AIDS, kita senantiasa memberikan slogan jauhi penyakitnya bukan orangnya. Lalu mengapa LGBT harus kita jauhi orangnya bukan 'penyimpangan' nya?. Saya pernah membaca bila ada seorang public figure di Indonesia yang bisa sembuh dari Homoseksual. Lihat dari kasus tersebut bahwa LGBT bisa disembuhkan atau diobati. Bagaimana caranya? Coba kita membentuk organisasi untuk melakukan seperti rehabilitasi pada penderita Narkoba. Atau terapi-terapi yang dilakukan seperti kepada penderita HIV/AIDS. Bukankah itu lebih baik daripada debat-debat, ngotot-ngototan tapi hasilnya hanya menjatuhkan suatu kaum. Tanpa menghasilkan SOLUSI atas apa yang mereka bahas.

Sekali lagi saya tekankan, saya bukan memihak pro dan kontra. Saya hanya melihat kasus ini berdasarkan sudut pandang saya. Saya rasa ini yang terbaik berdasarkan sudut pandang saya. Oke? Jika disuruh memilih, saya memilih untuk mencarikan solusi yang tepat, dan PLEASE untuk STOP BULLY LGBT. Karena kalian tidak memberikan solusi bahkan hanya menambah beban masyarakat dengan melakukan tindakan konyol.

##** Ini adalah tulisan tambahan yang saya tulis setelah tulisan ini ter-publish. Karena saya mendapatkan feedback yang menurut saya harus saya luruskan. Di sini, di tulisan ini, saya berbicara untuk mereka semua yang mempermasalahkan tentang LGBT, bukan para LGBT-nya. Bagi kalian yang telah menonton pemberitaan di TV atau media online pasti paham apa yang saya maksudkan di atas. Sehingga, sekali lagi, tulisan ini saya tujukan untuk mereka yang mempermasalahkan LGBT tanpa memberikan solusi yang menurut saya sudah baik. Saya hanya mencoba mengemukakan opini yang berdasarkan sudut pandang saya yang bisa saja salah bisa saja benar :)

Semoga bermanfaat ya. Terima Kasih.

Tuesday, 16 February 2016

NEW ACTIVITY

Belakangan ini saya jarang update Blog, itu bukan karena suatu alasan. Karena saya sedang mendalami hobi baru, yaitu videography. Sebenarnya hobi ini bukan hobi baru, hanya saja hobi lama yang tidak konsisten. Dulu saya pernah membuatnya, tetapi tidak dipublikasi. Semasa Kuliah juga pernah tetapi hanya menjadi editor, yang itu saya publikasi di youtube. Namun akun tersebut sudah lama, dan tidak saya pergunakan kembali.

Ada beberapa alasan mengapa saya kembali melakukan hobi ini, alasan tersebut akan saya beritahu di Video tersebut nanti di salah satu episode yang akan datang. Episode sekarang baru mencapai 11 episode. Konten dalam video saya cenderung berbeda dengan youtuber lainnya. Video yang saya publish ini adalah seperti Diary, mungkin bisa juga Daily Diaries. Karena pembuatannya bisa dibilang kebanyakan adalah setiap hari.

Oh iya, di tulisan ini, saya juga ingin memberitahu, bila saya akan merubah nama blog ini lagi. Insya Allah ini adalah yang terakhir. Hehehe. Maka, kunjungi link terbarunya yaitu, www.pendongengamatir.blogspot.com.

Terima Kasih ya, semoga bermanfaat dan sampai jumpa di kemudian hari. BYE~~~

Friday, 15 January 2016

TIMELAPSE

Hello everyone, welcome to my 16th Diary...
Tahun telah berganti, masa' hidup tetap sama saja? Di Tahun ini saya mencoba beberapa improvement dalam hidup saya. Nantinya improvement tersebut akan berakibat pada apa yang saya lakukan. Beberapa hari ini saya sedang melakukan uji coba. Salah satu yang sedang mulai saya jalankan adalah membuat video TIMELAPSE dan mempostingnya di Instagram dan juga mungkin di Facebook pribadi saya.

Improvement ini adalah suatu bentuk dari saya dalam melakukan perubahan yang akan membuat diri ini menjadi lebih positif. Mungkin nantinya akan ada lagi yang lainnya, tapi untuk sekarang saya sedang mencoba untuk terus melakukannya.
Semoga dapat menginspirasi kalian semuanya ya untuk dapat berkarya dalam bentuk apapun itu. Tidak ada juga yang dapat membatasi kalian, ayo kita pasti bisa :)

Monday, 4 January 2016

HAPPY NEW YEAR 2016

Selamat datang di Diary ke 15 saya, maaf karena sudah lama saya tidak update diary ini beberapa hari. Alasannya ya karena saya sekarang sedang memiliki kesibukkan lainnya. Hehehe.
Kali ini, saya tidak akan bercerita panjang-panjang. ya kurang lebih cukup beberapa paragraf saja. Bagaimana liburanmu pekan ini? Menyenangkan tidak? Hari ini adalah Senin Pertama di Tahun 2016, itu artinya sudah pada mulai bekerja dan menuntut ilmu lagi ya? Ayoo semangat doong. Masa' mau libur terus hhahaha. Oh iya sampai lupa, untuk mengucapkan selamat tahun baru 2016 ya semuanyaaaaa.......! Apa Resolusi kalian di tahun 2016 ini? Ayo segera dilakukan agar tidak hanya menjadi Rantai Resolusi dari tahun ke tahun. Hahahaha.

Akhir-akhir ini intensitas turun hujan kayaknya untuk wilayah Jogja kok berkurang ya? Padahal kan seharusnya masih musim hujan. Bener gak sih? Akhir-akhir ini cuaca lebih cenderung panas daripada hujan. Tapi tidak sepanas hati yang ditikung oleh teman sendiri kok, tenang saja. hahaha. Apalagi beberapa hari ini muncul berita bila membakar hutan tidak termasuk merusak lingkungan, karena bisa di tanam lagi. Itu orang macam apa yang bisa ngomong seperti itu ya? Kalau begitu, mencuri barang milik orang lain bukan termasuk tindakan kriminal, karena bisa beli lagi. Kita bisa membunuh seseorang, karena bisa bikin anak lagi. Kita juga bisa membuang sampah di sungai, karena bisa dibersihkan lagi. Mbok kalau mikir itu ya dipikir baik-baik to yo. Jangan karena sudah dapat makan, maka kita menindas pengemis.

Yaudah karena saya bukan pakar hukum, saya tidak bisa berbicara banyak mengenai kasus tersebut. Tetapi, saya bisa mengartikan demikian berdasarkan apa yang telah oknum tersebut sampaikan. Padahal, membakar hutan sudah menjadi masalah internasional, tetapi dengan santainya hal tersebut bukan merusak alam. Kamu pikir binatang-binatang yang bersarang di hutan tersebut suka jika alamnya di bakar? Coba keadaan dibalik. Tiba-tiba banyak orang utan memasuki kompleks perumahan warga, apa yang dilakukan warga? Suka tidak? Warga malah memburunya dan bahkan sampai membunuhnya. Itu baru orang utan yang migrasi ke kompleks. Belum kalau semua binatang tiba-tiba diberi Keajaiban oleh Tuhan untuk merusak perkotaan. Apalagi Membakar rumahmu. Suka tidak? Toh rumahmu bisa dibangun lagi, kotamu bisa dibenahi lagi. Tapi apa kamu bisa untuk diam saja? Coba dipikir baik-baik! Kalau kamu tidak akan melawan bila kotamu atau rumahmu dibakar dan diacak-acak oleh para binatang. Baru kamu boleh berbicara bila membakar hutan tidak merusak alam.

Hahahaha, sudah dulu ya, semoga Diary kali ini bermanfaat. Semoga Indonesia benar-benar melakukan Revolusi Mental. Terima kasih dan sampai jumpa, BYE~
Click to view my Personality Profile page