Mengawali konser L’7 yang bertempat di Tokyo Dome ini, dimulai dengan kemunculan sebuah kapal bajak laut buatan yang didesain sedemikian rupa. Setelah ‘kapal’ tersebut akhirnya ‘merapat’, para personel L’Ar~en~Ciel kemudian mulai memainkan melodi lagu pertama yang mereka bawakan, yaitu Revelation.
* Panggung yang berbentuk kapal yang sedang 'bersandar' di pelabuhan
Penonton terlihat sangat antusias saat Hyde [vocal], Ken [gitar], Tetsu [bass], dan Yuki [drum] menampakan batang hidung mereka. Dengan mengenakan kemeja lengan panjang berwarna putih dan jubah hitam panjang berlengan buntung, Hyde berteriak sebelum mulai bernyanyi, membakar semangat penonton yang sudah antusias ingin menyaksikan idola mereka tampil.
L’Arc~en~Ciel—atau Laruku, sebutan yang diberikan oleh fans mereka—membawakan beberapa lagu ceria pada awal konser, hingga saatnya mereka memainkan lagu berirama slow seperti Sell My Soul dan My Dear, seakan membuai penonton dengan nadanya yang lembut dan dalam. Di sela-sela konser, berbagai kejahilan Hyde muncul, entah itu meledek kamera, menjulurkan lidah kepada penonton, atau bahkan mengerjai personel lain seperi Tetsu dan Ken. Ada saja kejahilan-kejahilan yang dilakukannya. Hal ini semakin membuat penonton merasa terhibur.
* Hyde sedang menjahili Tetsu yang sedang serius bermain bass, seolah ingin menjilat pipi Tetsu
* Menggoda Ken yang juga sedang serius bermain gitar
Bukan hanya keisengan Hyde yang menghibur para fans tersebut, interaksi yang dilakukan tiap personel seperti mengajak bicara penonton dan menceritakan berbagai macam hal termasuk pengalaman mereka konser di Paris pun amat disukai fans. Terlebih lagi ketika terdapat jeda pada lagu Link. Personel Laruku dimohon untuk menjawab pertanyaan yang diajukan panitia konser dimana Hyde yang paling dibuat serba salah ketika ada pertanyaan nyeleneh mengenai apa yang akan dilakukannya terhadap orang yang duduk di sebelahnya di dalam sebuah bioskop, entah itu wanita cantik atau pria yang menyamar menjadi wanita cantik. Dan Hyde menjawabnya dengan kecupan mesra yang membuat fans wanita menjerit histeris. Reaksi berbeda ditunjukan sesama personel, misalnya Ken yang geli mendengar suara kecupan tersebut sambil tertawa-tawa bersama Tetsu dan Yuki.
* Menceritakan pengalaman konser mereka di Paris kepada para fans
* Ekspresi wajah Hyde yang sedang memperagakan 'kecupan' manisnya
Seperti biasanya, Hyde sang vokalis sangat hiperaktif bila sedang membawakan lagu-lagu yang berirama riang ataupun rock. Dia berlari kesana kemari, dari ujung panggung yang satu ke ujung panggung satunya lagi. Selain itu, pria yang sudah berumur di atas 40-an ini juga dikenal sebagai vokalis yang begitu menghayati tiap lagu yang dinyanyikanya, terutama lagu dengan tema kesedihan. Ini terbukti ketika Laruku membawakan Forbidden Lover dan Hoshizora, Hyde terlihat menitikan air mata.
* Penghayatan seperti ini yang membuat fans makin luluh dn jatuh hati
Salah satu yang unik dari band ini adalah, memiliki wajah yang ‘lain’ dalam hal bermusik. Mereka menciptakan sisi lain dari musik mereka yang asalnya bergenre pop/rock menjadi punk, dan menamakan sisi gelap mereka itu sebagai P’Unk~en~Ciel. Lagu-lagu yang dibawakan merupakan hasil arasemen ulang dari lagu Laruku yang pernah rilis dan digubah nadanya ke dalam nuansa punk.
* Bertukar posisi
Penampilan P’Unk~en~Ciel dalam konser ini berawal ketika Laruku menaiki sebuah perahu kecil dari salah satu sisi panggung menuju ke tengah-tengah arena penonton. Kontan saja hal ini membuat para fans semakin histeris karena bisa menyaksikan idola mereka dari jarak yang cukup dekat [kecuali yang posisinya berada di tempat paling atas dari Tokyo Dome]. Ke-empat orang itu membagi-bagikan bola putih seukuran bola golf sepanjang perjalanan mereka baik menuju ke tengah penonton maupun ketika kembali lagi ke panggung utama.
* Selalu berhasil membuat para gadis menjerti histeris
Hyde lagi-lagi menyebabkan banyak fans wanita menjerit histeris saat turun dari perahu dan menghampiri mereka yang berdiri mengelilingi perahu. Tentunya dengan penjagaan yang super ketat. Tidak hanya aransemen lagu yang diubah, formasi personel pun berubah, bertukar posisi. Bertindak sebagai vokalis yaitu Tetsu sang bassis, posisi gitar diisi oleh Hyde, Ken beralih menjadi drummer, sedangkan Yuki mengambil posisi Tetsu yaitu sebagai bassis. P’Unk~en~Ciel membawakan dua buah lagu hasil aransemen ulang, yaitu Feeling Fine 2007 dan Honey 2007.
Setelah perahu P’Unk~en~Ciel masuk ke balik panggung utama, mereka pun kembali tampil di panggung utama sebagai Laruku dengan membawakan lagu terbaru Nexus 4. Beberapa lagu berikutnya bernada riang dan bisa dikatakan telah mencapai puncaknya. Total lagu yang mereka bawakan berjumlah 23 lagu, dan lagu yang terakhir dibawakan adalah Hoshizora. Dengan performa panggung yang mempesona dan lautan penonton yang membawa stik glow in the dark berbagai warna, telah memberikan kesan yang cukup mendalam pada lagu terakhir ini.
* Selalu memberikan kesan yang mendalam di tiap lagu terakhir
Band yang mendapatkan predikat sebagai band nomor satu di Jepang ini memang telah mengantongi kesuksesan bukan hanya di dalam negeri mereka sendiri saja, tetapi sudah mendapatkan pengakuan dari berbagai negara di Eropa juga Amerika. Bisa dibuktikan dari pengalaman konser mereka yang sudah melalang buana ke negara-negara maju tersebut. Sebut saja konser tahun 2004 di wilayah Baltimore, Amerika Serikat dan yang belum lama mereka adakan tahun 2008 lalu di Paris dan beberapa negara Asia lainnya sepeti China, Korea, dan Hong Kong.
Laruku sebenarnya sudah mulai dibentuk sejak tahun 1991. Namun saat itu mereka hanyalah band indie yang tampil dari satu klub ke klub lainnya. Karir mereka mulai bersinar pada tahun 1994 ketika mendapatkan tawaran kontrak di major label. Band yang telah mengeluarkan 11 album dan lebih dari 20 single ini juga telah menghipnotis fansnya di Indonesia. Terbukti dengan bermunculannya band-band sekolah atau kampus yang membawakan lagu-lagu mereka di banyak pentas seni dan festival musik. Bahkan band asal Jakarta yang bernama J-RockS pun sangat terinspirasi oleh Laruku. Begitu dalamnya karisma yang dimiliki band ini sampai mampu membuat orang-orang yang bahkan tak mengerti bahasa Jepang pun menjadi fans yang fanatik. Mereka pastinya sangat menantikan kehadiran band hebat ini untuk menggelar konser di negeri ini. Kita tunggu saja tanggal mainnya.
Track list :
Revelation
Pretty Girl
Caress of Venus
Drink It Down
Daybreak’s Bell
Sell My Soul
Get Out from The Shell
The Nepenthes
My Dear
Loreley
Eien
Forbidden Lover
Seventh Heaven
Killing Me
Stay Away
Ready Steady Go
Feeling Fine 2007
Honey 2007
Nexus 4
Driver’s High
Link
My Heart Draws A Dream
Hoshizora



0 komentar:
Post a Comment