Free File Sharing

4shared.com - Free file sharing and storage

Sunday, 6 December 2015

Cerita Apa Iniiiiii ???

Halooo,, selamat datang di Diary ke - 6 milik saya. Apa yang mau diceritakan hari ini ya, hmmm. Saya seperti tidak ada cerita tapi memiliki waktu luang untuk nulis. Sebenarnya sih kemarin ada cerita hanya saja STM saya tidak baik, maka lupa sudah cerita yang mau saya tulis kemarin itu ada apa saja. hahaha.

Hari ini bangun pagi, langsung mengurus kerjaan di hari Minggu, Nikmatnya memiliki bisnis sendiri adalah kita bebas memiliki hari kerja, flexible saja harinya asal koneksi internet lancar, maka bisnis lancar jaya. Beberapa saat ini bisnis saya seperti sedang loyo karena belum memasuki musim liburan. Tentunya sudah terbayang kan bisnis yang ramai saat musim liburan? Ya penjualan tiket pesawat, kereta, hotel, dsb. Kalau dihitung-hitung ketika ramai, penghasilan perbulan bisa mencapai UMK Jogja, lumayan untuk modal beli sembako. Begitu sepi, ya lumayan untuk modal berpuasa, hahaha. Setelah menyelesaikan urusan tadi, bermain game (DOTA 2) dulu agar tidak penat dan membangkitkan kinerja otak. Menurut saya, bermain game yang genrenya sejalan seperti DOTA 2 adalah game yang baik. Termasuk olahraga otak, karena game tersebut melatih kita dalam melakukan strategi war dengan baik. Menurut orang tua, bermain game dapat merusak otak dan membuat anak menjadi kurang pintar dalam hal akademis. Kalau menurut saya, tidak semuanya bermain game tersebut dapat merusak kepintaran dalam hal akademis si anak, tergantung kedewasaan si anak itu sendiri sebenarnya. Kalau dia bermain 24 jam sehari, itu memang sangat tidak sehat karena dia akan cenderung melalaikan hal sekitar termasuk kebutuhan dia sendiri seperti makan, mandi dan berinteraksi dengan orang lain. Kira-kira menurut saya jika masih bermain game berturut-turut hingga 2-3 jam masih tergolong sehat, tetapi jika sudah berturut-turut nonstop selama lebih dari 6 jam, maka itu sudah termasuk kurang sehat.

Mari kita berbicara hal positif dari bermain game, bagi para gamers pasti tidak akan kesulitan jika ditantang dengan pertanyaan-pertanyaan bahaha Inggris. Coba saja jika seorang gamer ditantang dengan orang yang bukan gamer untuk menjawab soal bahasa inggris, biasanya gamer akan lebih mudah dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut karena dia sudah terbiasa dengan kalimat-kalimat bahasa inggris yang ada di game tersebut. Jadi, otak mereka seperti sudah auto translate tulisan bahasa inggris tersebut. Lalu, para gamers biasanya memiliki problem solving yang lumayan cepat. Karena saat bermain game, mereka dituntut untuk bermain dengan berpikir strategi, menyusun siasat agar tidak kalah, dan kadang juga bermain dengan timing yang tidak lama. Gamers biasanya juga ahli dalam bidang komputer. Karena, bagi gamers sejati, mereka cenderung menggunakan komputer custom dengan spesifikasi yang sangat memadahi. Mungkin bisa mencapai 10 juta harga CPU nya saja. Gamers otomatis mengetahui perangkat keras bagaimana yang bagus atau jika mengalami kerusakan, perangkat lunak yang membantu kinerja komputer, antivirus yang terbaik, koneksi internet, dll. Biasanya gamers sudah seperti memiliki ijasah IT nya sendiri, karena memahami seluk beluk komputer tanpa melalui pendidikan khusus seperti perkuliahan, dsb.

Ya, mungkin masih banyak lagi kelebihan-kelebihan daripada seorang gamer. Bisa saja seorang gamer lebih memiliki tingkat kepintaran yang lebih baik daripada 'si kutu buku', tapi perlu diingatkan untuk intensitas bermainnya. Sehari 2-3 jam di pagi hari, lalu lanjut 2 jam di malam hari setelah belajar saya rasa masih dalam hal wajar. Sebenarnya yang terpenting adalah ingat waktu, jangan sampai bermain game merusak jam tidur sehat anda, juga jangan sampai melupakan untuk meluangkan waktu dengan keluarga, bermain di luar rumah, interaksi dengan orang lain, yang terpenting adalah jangan lupa untuk istirahat dan makan, kalau mantan sih tidak apa-apa dilupakan. Lebih bisa kontrol diri, jangan sampai lupa diri, dengar nasihat orang tua, dan buktikan ke orang tua kalian bahwa gamers juga bisa memiliki prestasi di bidang akademik, pasti orang tua kalian tidak akan melarang lagi kalian bermain game. Jadi, jangan hanya bermain game di dunia digital, tapi bermain game juga di dunia nyata. Berpikirlah, bagaimana caranya kita bisa bermain game tetapi kita juga memiliki prestasi akademik, itu adalah mission objective kalian para gamers. Kalian pasti bisa memecahkan game dunia nyata tersebut.

Sekian dulu ya, semoga bisa diambil hal-hal positif nya. Sampai jumpa di lain kesempatan. BYE~

0 komentar:

Post a Comment

Click to view my Personality Profile page