Hallo and welcome to my 9th Diaries. Kali ini saya ingin membahas tentang bagaimana saya menulis, dalam hal ini adalah bagaimana saya menulis di blog.
Sesungguhnya, apa yang saya tulis tidak selalu mengenai apa kegiatan keseharian saya, tetapi apa yang terlintas di pikiran saya saja. Sehingga, terkadang saya melewatkan banyak hari karena konten yang ingin saya tulis tersebut belum nyantol dalam pikiran saya. Kalau selalu tentang kehidupan saya, tidak ada yang menarik apalagi saya bukan artis yang memiliki banyak kegiatan, bahkan kegiatan hanya di rumah saja tetapi banyak sekali yang suka tentang dirinya. hahaha.
Konten kali ini adalah bagaimana saya menulis, salah satunya sudah saya beritahu di awal tadi. Tidak selalu mengenai kegiatan keseharian, tetapi apa yang terlintas di pikiran saja. Saya bukan orang yang kreatif dalam memunculkan ide-ide dalam menulis, tetapi saya lebih suka menulis ketika sendiri daripada diam tidak jelas. Karena menulis menurut saya juga suatu interaksi terhadap calon pembaca. Selain itu juga melatih kegiatan motorik kita, antara jari, dengan otak, dan otomatis biasanya kita juga mengucapkan kata-kata yang kita tulis bahkan ada orang yang malah menulis sambil membacanya dengan bersuara. Kalau kamu termasuk yang mana? Selanjutnya adalah pemilihan kata untuk dituliskan, saya cenderung menggunakan bahasa yang baku bahkan mungkin terlalu baku untuk hanya tulisan biasa. Hmmm, bagaimana saya menjelaskannya ya, sebenarnya ya ini sudah seperti menjadi tipe saya menulis dengan bentuk kalimat yang baku, tapi tidak 100% mengikuti EYD karena saya sadar nilai bahasa indonesia saya tidak sempurna.
Mari beralih ke panjang dan pendeknya konten. Sebenarnya saya suka menulis panjang, tetapi terkadang saya juga menulis pendek. Ketika konten yang saya bagi adalah pendek saya hanya akan menulis pendek. Tetapi jika sudah niat panjang, maka jika di MS. Word, mungkin bisa sampai 3-5 halaman dengan TNR 14 spasi dibawah 0,5. Saya pernah berniat menulis buku mengenai motivasi, akan tetapi baru sampai bab 2, tiba-tiba konten di otak saya menghilang. Saya sudah membeli beberapa buku bacaan tentang motivasi, akan tetapi sepertinya nyawa saya di sana sudah hilang. sehingga belum melanjutkannya lagi sampai sekarang, mungkin nanti atau malah berubah genre, haha.
Lalu apalagi ya yang menjadi karakteristik seseorang dalam tulisan? Hmmm, mungkin ini saja dulu kali ya. Mungkin malah kamu yang ingin berbagi karakteristik dalam menulis? Bebas kok, mari kita sama-sama belajar dan melakukan gerakan #YukMenulis agar kita semua menjadi lebih akrab dan cerdas.
Semoga tulisan ini bermanfaat ya, sampai jumpa di tulisan selanjutnya. BYE~~



0 komentar:
Post a Comment