Free File Sharing

4shared.com - Free file sharing and storage

Wednesday, 9 December 2015

DEMOKRASI

Haloo, selamat pagi. Selamat datang di Diary ke - 7 milik saya. Hari ini adalah hari libur nasional lho. Pemerintah menambahkan hari ini menjadi hari libur nasional karena ada pilkada serentak. Sehingga anak-anak sekolah maupun karyawan kantoran khusus hari ini libur, tetapi untuk perusahaan retail sepertinya tetap berjalan, karena justru saat libur lah mereka mendapatkan banyak penghasilan. Ya saya mengetahuinya kerena saya pernah tes kerja di salah satu perusahaan retail yang jargon nya adalah "belanja hemat", sudah tau kan pasti apa?

Hari ini adalah pilkada serentak di semua penjuru Indonesia, mari kita gunakan hak pilih kita dengan baik ya. Karena saya tidak memiliki KTP di tempat di mana sekarang saya menulis ini, dan saya tidak mendapatkan surat-surat untuk memilih di lain daerah maka saya tidak memilih dulu, mohon ijin ya teman-teman. Bagi yang dapat memilih, silahkan pilihlah calon kalian dengan sangat bijak, bukan karena uang atau merchandise-merchandise yang dia berikan dahulu. Karena coba saja dihitung nominal uang yang telah diberikan orang tersebut, katakan saja anda diberikan Rp. 150.000, lalu coba dibagi berapa hari masa pemerintahan dia nantinya (jika terpilih), hitung lah perhari kamu dapat uang berapa dari dia, sangat sedikit kan?

Sewaktu konvoi atau pawai pilkada saya rasa juga masih perlu perbaikan, karena biasanya peserta konvoi menggunakan motor dengan tidak tertib. Seperti memakai separuh lebih badan jalan, serta mengibarkan bendera-bendera yang seperti ingin memukul kendaraan lain yang menghadang jalan mereka. Coba dibalik, coba kamu (peserta) yang dilakukan seperti itu. Saya berani jamin, kamu (peserta) tidak akan sesabar mereka yang kamu ambil hak jalannya, saya bisa jamin itu. Hmmm, ada satu lagi yang perlu dihimbau, yaitu pemakaian motor dengan knalpot yang berisik. Bayangkan saja, rumah saya dengan jalan utama itu berjarak cukup jauh, tapi saya dapat mendengar suara knalpot berisik itu dengan sangat lancar dan tentunya mengganggu sekali bagi masyarakat yang jaraknya sangat dekat dengan jalan utama. Sementara, jumlah peserta konvoi sangat banyak dan cenderung berjalan dengan sangat lambat dan terus menggeber-geber motornya. Bisa bayangkan gak sih kalau akibat kamu geber-geber motor tersebut bagi kesehatan lingkungan dan masyarakat apalagi peserta di belakangmu? Secara tidak langsung kamu mengurangi umur orang di belakang motormu! Karena gas yang orang belakangmu hirup sangat kotor dan tidak sehat. Juga bagi lingkungan sekitar, asap kendaraan atau gas bungan dari kendaraanmu itu sangat tidak sehat bagi lingkungan. Bahkan mungkin kamu sama saja dengan melakukan pembakaran hutan. Oke, mungkin yang tadi agak lebay, tapi coba saja kamu hirup terus itu udara kotor seharian, pasti bakal mati. Saya saranin juga, coba kamu jongkok tepat di samping knalpotmu, lalu motor tersebut digeber dengan sangat keras. Enak gak ditelingamu? Kalau enggak, copot, ganti saja dengan yang standar.

Sebenarnya, saya ada membaca lagi tentang Elanto yang melapor ke kantor polisi di RingRoad Utara terkait kegiatan konvoy pilkada. Tetapi karena saya tidak mengetahui apa hal yang dituduhkan Elanto, jadi saya tidak ingin membicarakannya daripada menjadi fitnah. Jadi saya hanya berbicara apa yang saya ketahui dan yang saya rasakan, toh ini negara Demokrasi yang semua warga negaranya bebas ter-arah. Saya pun tidak mengapa apabila tulisan ini mengganggu peserta konvoi pilkada tersebut, tetapi saya rasa tulisan saya cukup mewakili mereka yang terdzolimi.

Saya berbicara seperti ini tentu juga menghadirkan solusi, karena kritik tanpa solusi hanya menjadikan kita orang yang hanya bisa bicara. Solusinya adalah, lakukan konvoi pilkada dengan tertib, gunakan badan jalan semestinya, jangan ambil hak jalan orang lain, Taat lalu-lintas, apabila trafic light menunjukkan lampu merah, maka berhentilah dengan Tenang. Gunakan kendaraan yang sehat lingkungan, toh supaya apa menggunakan motor dengan suara bising? Motor dengan suara tenang apabila kamu berjumlah seperti konvoi dan membawa atribut konvoi juga orang-orang pasti tau kok tujuanmu apa. Bukankah konvoi anarki malah akan membuat citra calonnya menjadi buruk? Coba logikakan itu. Apabila kalian (peserta konvoi) melakukan konvoi dengan tertib, toh semua juga akan berjalan lancar tanpa ada pihak lain yang dirugikan, benar tidak?


Yuk, semangat membangun bangsa dengan memilih calon pemimpin dengan sebaik-baiknya. Semoga tulisan ini bermanfaat ya. Sampai jumpa lagi yaaaa. BYE~

0 komentar:

Post a Comment

Click to view my Personality Profile page